ke dalamhati1.com>>>
Ada yang telah berubah di Indonesia ini. Banyak hal-hal baru yang belum ada dimasa-masa dulu. Kebebasan, ya kebebasan. kebebasan telah menjadi berita utama yang membuat girang banyak orang semenjak 9 tahun belakangan ini, semenjak orde baru berlalu dan berganti dengan zaman baru yang orang menamakannya reformasi. Setelah hadirnya reformasi ini, kebebasan warga negara menjadi semakin luas. Kebebasan warga negara untuk mengungkapkan pendapat, berorganisasi, dan berekspresi tak lagi terbatas seperti dulu.
Setelah era kebebasan seperti ini sungguh memang indonesia semakin meriah saja. Banyak partai politik baru bermunculan meramaikan pemilihan umum, tidak tau agenda apa saja yang dibawa mereka buat bangsa ini. Tak adalagi masa-masa ketika kita harus memilih salah satu diantara tiga. Selain menghasilkan kebebasan berpolitik seperti ini, kita juga merasakan dampak lain daripada reformasi yang bergulir. Media massa bermunculan seperti jamur karena untuk mengurus SIUP tak lagi sesulit dulu. Ini sangat menarik mengingat dahulu, banyak media massa yang dibredel hanya karena berita-berita yang tidak sejalan dengan pemerintah. banyak yang surat ijinnya dicabut karena memuat berita dan opini-opini yang sedikit nyenggol penguasa. Bahkan ada pemimpin redaksi yang sampai diadili.
Seiring berjalannya waktu dan berlalunya masa-masa itu, media massa kita telah memiliki kebebasan yang sangat luas dan bahkan telah menjelma menjadi kekuatan yang sangat besar yang tersembunyi.Setelah kontrol dari pemerintah tak lagi sekuat dulu. Dengan semakin luasnya jaringan komunikasi dan informasi, media massa menjadi salah satu organisasi non politik paling berpengaruh. Koran-koran dan televisi yang memiliki asal sebagai sebuah organisasi bisnis bisa mempengaruhi masyarakat luas dengan kepandaian olah kata dan tayangan-tayangan yang berbasis berita. Apalagi saat ini jaringan televisi telah merambah hingga daerah-daerah terpencil hingga hampir seluruh daerah diindonesia ini menikmati hasil karya para jurnalis tersebut.
Dengan kebesaran pengaruh yang dimiliki, media massa pada masa kini sudah seharusnya mulai memikirkan lagi,tanggung jawab seperti apa yang harus dimiliki mereka demi pembangunan negara ini. peran mereka sangat dibutuhkan demi mencapai tujuan jangka panjang bangsa, menjadi bangsa yang maju dan berbudaya tinggi. Merekalah pendidik yang tak secara langsung mengajari bagaimana masyarakat kita berpikir dan bertindak. Mereka bisa mempengaruhi seseorang untuk membeli barang yang diiklankan. mereka bisa mempengaruhi kebiasaan masyarakat dalam berpenampilalan. Seperti halnya mereka punya akses untuk mempengaruhi orang untuk bertindak dan bereaksi. Dengan hadirnya mereka setiap hari dalam kehidupan kita, bukankah otomatis kita telah menyerahkan sudut pandang kita kepada penyampai berita tersebut? kita selalu tak sabar menunggu tayangan atau ulasan sebuah berita dari sebuah media massa tertentu karena kepandaian mereka mengolah berita menjadi cerita mengasyikkan.
Berawal dari pemikiran tersebut, saya membuat blog ini. Ada sebuah pertanyaan yang mengganggu pikiran saya. Bagaimana seandainya sebuah media massa yang sudah sedemikian bebasnya, tak memiliki kontrol yang kuat lagi dari pemerintah, hanya mementingkan sisi basis dari organisasi mereka, mengumpulkan laba sebanyak-banyaknya, dan melupakan, tanggung jawab yang sangat besar, mendidik masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang berpikir maju dan berbudaya tinggi. Bagaimana seandainya para pemodal pemilik media massa tidak mau tau dan hanya memikirkan keuntungan semata, sehingga dibuatlah tayangan-tayangan atau berita-berita murahan dengan memanfaatkan sisi lemah dari masyarakat ( yang penting terhibur dan seru!!). Lalu bagaimana bagi orang yang belum menyadari kuatnya pengaruh tayangan atau berita bagi pemikiran mereka, jika mereka membaca berita atau melihat tayangan yang “asal laku”?
Saya percaya, di era sekarang tak mungkin lagi media massa dibatasi lagi seperti dulu, lagian siapa yang akan berani membatasi? bahkan masyarakat sendiri sebagai penentu nasib media massa tersebut tak akan berkutik mengingat mereka tak akan cukup bersatu untuk “mengadili”nya. Lewat blog ini saya ingin menjaring pendapat dari para pengunjung. Silakan tulis komentar-komentar anda tentang tulisan saya ini.